Cerpen: Setelah Madu Kamu Dapatkan.
"Apaan kamu?! memangnya aku yang telah menghamilimu," Kata Roy.
"Ya kamu Roy, siapa lagi," Joy menatap Roy dengan wajah memelas.
"Kan ada banyak laki-laki yang tidur sama kamu Joy," Kata Roy dengan kepulan asap rokok di mulutnya.
"Kamu kira aku cewek apaan Roy!" Joy membanting tas kecil ke meja.
"Kok marah. Benar kan apa yang aku katakan, ada banyak cowok bersamamu," Roy tampak cuek.
"Roy, apa maksudmu dengan berkata begitu? apa kamu tidak mau mengakuinya hah!" Tajam Joy menatap wajah Roy.
"Kan nyatanya seperti itu. Jadi untuk apa aku mengakuinya kalau bukan aku yang melakukannya," Roy kembali menghisap rokoknya.
"Matikan rokokmu itu. Roy, ternyata kamu seperti ini setelah manis kamu reguk," Kedua mata Joy mulai berkaca-kaca.
"Tidak ada yang bisa menyuruhku Joy. Halah, manisnya juga sisa orang," Kata Roy. Lantas dia melemparkan puntung rokok ketengah asbak, hingga bara rokok pun memercik kemana-mana.
"Roy!" Suara Joy.
"Apa?" Mata Roy mendelik.
"Kamu bilang sisa orang Roy? keterlaluan memang kamu. Setelah madu kamu dapat, sekarang racun yang akan kamu siramkan ke aku," Hatinya Joy benar-benar sakit.
"Emang benar kan," Suara Roy dengan tidak melihat Joy.
"Roy! Kamu memang benar-benar tidak tau diri! Nyesel aku Roy!" Joy menyambar tas kecilnya yang tadi di lempar ke meja.
"Mau kemana Joy," Suara Roy. Joy tidak menoleh lagi, dia terus melangkah meninggalkan tempat tesebut.
Roy tersenyum, dia seperti telah memenangkan sebuah pertadingan. Dia tidak tau dan tidak pernah memikirkan apa yang akan diperbuat oleh Joy pada dirinya nanti.
Sepulang dari tempat si Roy, Joy langsung menangis di kamarnya. Dia tidak menyangka kalau Roy bakal sejahat itu terhadapnya.
Semua sudah terlanjur, kini Joy sudah berbadan dua atas permainan yang mereka lakukan.
Saat itu Joy mau menyerahkan hal yang paling berharga yang dipunya karena Roy telah berjanji, bahwa Roy akan bertanggung jawab kalau nanti dia sampai hamil. Namun apa yang terjadi? Roy malah menyangkal kalau kehamilannya karena dirinya. Roy sepertinya mau melarikan diri dari tanggung jawab dan janjinya.
"Aku tidak terima dengan hal ini Roy! Aku akan melakukan apa saja untuk tanggung jawabmu. Lihat saja nanti Roy!" Joy langsung menghubungi kakaknya yang kebetulan lagi bertugas di sebuah kesatuan.
"Iya dik, ada apa?" Suara Bondan, kakaknya Joy.
"Aku ada masalah kak," Kata Joy.
"Masalah apa dik?" Tanyanya Bondan. Joy menceritakan semuanya pada kakaknya atas kelakuan Roy pada dirinya.
"Ok dik, secepatnya aku akan pulang dan menyelesaikan masalahmu. Salam buat Bapak dan Ibu ya," Bondan menutup pembicaraan.
"Rasakan olehmu Roy! Sebentar lagi kamu akan mengakuinya!" Joy mengancam.
Beberapa hari kemudian Bondan kakaknya Joy pulang.
"Joy, siapa yang telah menyakitimu," Tanya Bondan disamping Joy.
"Roy kak," Jawabnya.
"Roy siapa maksudmu," Bondan serius menatap Joy.
"Roy Kodok Ngorek pacarku. Rumahnya dekat Stasiun Kereta Api Palapa. Ini fotonya kak," Kata Joy.
"Ok Jay. Aku akan kesana sekarang.
Hallo Pras, aku butuh bantuanmu sekarang. Aku mau ngasih pelajaran seseorang ini," Kata Bondan, kemudian dia menelfon temannya.
"Wah pasti seru ini. Ok Ndan, sebentar aku ajak Kopral Jono," Temannya Bondan yang bernama Prasetyo itu pun menghubungi teman yang lain.
"Sip. Aku langsung ketempatmu lho Pras," Tidak lama kemudian Bondan meluncur ketempat Prasetyo.
Setelah Bondan sampai ditempat Prasetyo dan berbincang-bincang sebentar, mereka pun langsung meluncur ketempat sasaran.
"Permisi. Apa anda yang bernama Roy Kodok Ngorek?" Tanya Bondan dengan tatapan tajamnya.
"Iya benar. Kalian ini siapa?" Tanya Roy yang agak kaget dengan kedatangan tiga laki-laki tegap dihadapannya.
"Kamu ikut aku sekarang," Suara Bondan.
"Ikut kemana? kenal kalian juga tidak," Kata Roy.
"Udah jangan banyak tanya, ikut saja. Ayo Pras," Roy diseret oleh Bondan dan Prasetyo. Dia kemudian dimasukkan ke dalam mobil sedan warna hitam, lalu mereka membawa Roy kesuatu tempat.
"Hei Roy Kodok Ngorek! Kamu harus bertanggung jawab atas kelakuanmu pada Joy, plak!" Kata Bondan.
"Kalian ini siapa? Joy siapa maksudmu, aku tidak kenal siapa itu Joy.
Aku mau dibawa kemana?!" Tanya Roy yang bibirnya berdarah karena tamparan dari Bondan.
"Tidak kenal Joy kamu bilang?! Lihat ini foto Joy!
Aku ini kakaknya Joy dan kamu harus mendapatkan pelajaran dariku, karena kamu telah mempermainkan Joy, plak!" Kembali tangan keras Bondan mendarat di wajah Roy. Roy berusaha melawan namun apa daya, Prasetyo juga ikut menghadiahi bogem ke wajahnya. Sementara Kopral Jono hanya diam di belakang stir kemudi.
"Kamu harus bertanggung jawab atas perbuatanmu pada Joy, kalau tidak, maka kamu akan menerima akibatnya yang lebih menyakitkan dari ini!" Ancam Bondan.
"Kalian salah orang, aku tidak kenal Joy dan foto itu," Suara Roy dengan mengusap bibirnya.
"Lihat ini, lihat! apa ini bukan fotomu!
Kopral Jono, kita ke rumahku saja sekarang," Kopral Jono mengangguk. Sementa itu, tampak wajah Roy memucat. Sepertinya Roy takut dipertemukan dengan Joy, yang pastinya akan dimintai pertanggung jawaban atas kehamilan Joy.
Roy tidak berkutik saat mereka sampai di rumah Bondan dan dipertemukan sama Joy. Akhirnya dia mengakui perbuatannya dibawah acaman Bondan.
"Kalau dari awal kamu mengakui perbuatanmu, wajah kamu kan tidak jadi bonyok seperti itu.
Sekarang kamu aku antar pulang. Awas kalau kamu macam-macam lagi sama Joy. Ayo Pras, Jon." Roy diantar pulang ke rumahnya oleh Bondan.
Sejak mendapatkan pelajaran dari Bondan itu, Roy jadi tidak berani macam-macam sama Joy, dia juga tidak cuek lagi sama Joy, bahkan hampir apa yang Joy katakan pada Roy, dia menurutinya.
Seiring berjalannya waktu, perut Joy kian membuncit. Akhirnya mereka dinikahkan. Namun rumah tangga mereka sering diwarnai pertengkaran tanpa sebab. Sekian.
0 Response to "~ Cerpen: Setelah Madu Kamu Dapatkan ~"
Posting Komentar