"Tapi kamu tidak mau begituan lagi kok. Aku pulang ah, emmmuaaachhh," Dia menciumku lantas benar-benar meninggalkan aku. Klik disini. <== (episode 42 yang lalu).
Aku terdiam. Kejadian yang barusan aku lakukan pada Nur ternyata mengusik pikiranku.
Seperti biasanya, dalam keadaan seperti itu aku langsung menyambar dan menyalakan rokok. Yaaa biar cepet pergi apa yang aku rasakan, namun nyatanya tidak mau hilang juga.
"Kenapa aku jadi seperti ini? Apa sudah hilangkah sikap maluku akan perbuatan seperti halnya tadi?! Ataukah hal ini memang sudah lazim terjadi pada orang yang mempunyai nafsu?!
Hemm, bukankah semua orang punya nafsu? Ah sudahlah! Pusing mikirin beginian," Aku langsung membetulkan hp yang tadi terjatuh dan tidak hidup.
Memang nasib baik belum perpihak lagi. Hp yang biasanya menemaniku pun tidak mau menyala.
"Kenapa dengan hpmu Zack?" Tiba-tiba mas Febri sudah berada di depan pintu.
"Mati mas, tadi terjatuh," Jawabku.
"Coba kulihat. Oh.. memang sudah parah hpmu Zack," Kata dia.
"Rusak apanya kira-kira ya mas," Tanyaku.
"Gak tau, hahaa. Sebentar," Dia tertawa.
"Kirain tau mas," Kataku kecut. Mas Febri lantas pergi ke kamarnya.
"Ini kamu pakai saja," Kata mas Febri yang kembali dari kamar dan menyodorkan hp Nokia 3310 kepadaku.
"Maksudnya?" Aku tidak mengerti.
"Kan hpmu mati, lha ini ada hp nganggur lama tidak kupakai. Kamu pakai saja hp ini, nanti kamu bisa beli hp lain kalau sudah bosan memakai hp ini," Terang mas Febri. Aku memandangnya sebentar, masih ada keraguan padaku untuk mengambil hp yang dia sodorkan padaku.
"Benar ini? Aku pakai dulu ya," Kataku kemudian.
"Iya bener lah. Pakai saja.
Si Jhon mana kok tidak kelihatan?" Tanya dia.
"Anu, katanya tadi dia mau nyumbang ke tempat temannya," Kataku sambil memasukkan kartu ke phonsel milik mas Febri.
"Nyumbang? Nyumbang kemana si Jhon?!
Waduh aku lupa kalau aku juga dapat undangannya," Mas Febri tampak bingung sebentar, lalu dia kembali masuk ke dalam.
"Alhamdulillah.., dapat pinjaman hp meski sama-sama jadulnya, hik hiik," Aku menimang-nimang hp ditangan, lalu aku menuliskan sesuatu buat Dewi.
"Ada apa mas?
Iya aku sudah pulang kerja ini," Kata Dewi dalam balasan sms-nya.
"Tempatmu hujan tidak Wi? Disini gerimis. Oh iya, gimana dengan Bagus?" Kembali aku kirimkan sms pada dia.
"Iya mas, tadi hujan deras. Bagus baik-baik saja. Ada apa memangnya mas? Kok kamu nanyain dia," Tanya Dewi.
"Tidak ada apa-apa. Barang kali saja dia lupa sama kamu Wi, hehee," Kataku.
"Hust! Ya tidaklah. Ya sudah mas, aku mau mandi dulu, bye," Aku tersenyum sendiri. Karena hari sudah petang, aku pun bergegas mandi.
*
Malam baru saja menampakkan diri. Aku masih tersandar pada dinding rumah yang terasa dingin karena tadi tersirami gerimis.
Suasana sepi karena si Jhon belum juga pulang, sementara mas Febri sudah keluar rumah saat menjelang maghrib tadi.
Sebenarnya rumah yang kubuat berteduh ini ditempati oleh beberapa orang. Kata si Jhon ada 5 orang yang menempati rumah ini, tapi mereka lagi pulang ke kampungnya karena cuti kerja.
"Hei mas Zacky, lagi apa? Jadi tidak kita jalan-jalannya?!" Bunyi sms yang baru saja aku terima dari Yuli.
"Waduh dia lagi. Harus ngomong apa aku ke dia, hemm," Aku langsung membalas sms-nya.
"Lho.. kenapa gak jadi mas kalau cuma karena gerimis, hik hiik. Nanti hari sabtu sore aku ketempatmu mas, sekalian membawa yang kamu minta," Kata Yuli.
"Membawa yang aku minta? Memang aku minta apa ke kamu Yul," Tanyaku.
"Katanya kamu mau minta hp.. Jadi minta tidak? Kalau tidak ya syukurlah," Sms darinya.
"Kan aku tidak minta. Kan kamu yang menawari aku mau minta apa, iya kan," Jawabku.
"Iya iya..! Sekarang kamu lagi apa mas? Disini dingin banget mas...," Kata Yuli.
"Sama Yul, disini juga dingin banget," Aku tersenyum menanggapi sms dari Yuli tersebut.
"Kalau saja kamu disini mas, kan bisa aku dekap kamu mas," Kata Yuli.
"Maunya...! Kan kasihan itu si Jhon, hahaa," Aku dan Yuli terus saling berkirim sms. Aku diam ketika kata-kata dalam sms-nya Yuli mulai pada kevulgaran. Dia bercerita bagaimana pertama menjalin hubungan sama si Jhon. Dia juga bercerita bagaimana dia berpacaran pada banyak pria sebelum sama si Jhon. Dia juga cerita bagaimana dulu dia sempat menangis saat dia di dustai oleh cowoknya setelah kegadisannya direnggut. Dia juga cerita bagaimana kondisi keluarganya di kampung.
Percaya apa tidak, nyatanya aku terenyuh oleh cerita dari Yuli, sampai-sampai terbayang olehku bagaimana tadi kalau si Nur sempat aku nodai lantas aku mencampakkannya. Tentu rasa sakit akan di dera oleh si Nur.
"Kok lama balasannya mas, ada apa?" Tanya cewek bernama Yuli, pacarnya si Jhon yang mulai mendekatiku.
"Tadi aku tinggal mandi sebentar. Terus Yul?" Kataku berbohong, padahal aku sudah mandi sedari tadi.
"Ya begitulah mas. Ah sudahlah mas, tidak seharusnya aku menceritakan hal ini kepadamu.
Mas, mau kan kamu menjadi pacarku? Please deh!" Yuli seperti memohon banget padaku.
"Emmm, tapi aku tidak mau kalau setelah kita jadi pacar, lalu kamu mencampakkan aku, seperti yang akan kamu lakukan pada si Jhon tentunya. Kan tidak mungkin kamu masih menjadi pacar si Jhon kalau kamu pacaran sama aku, iya kan?!" Aku berharap, kata-kataku tadi bisa sedikit banyak mengurungkan niatnya untuk memacariku. Bagaimanapun juga, aku tidak mau kalau hal itu terjadi.
"Mas, aku lebih baik kehilangan mas Jhon untuk mendapatkan cinta darimu. Kamu ngerti kan maksudku?" Sepertinya Yuli memang ngebet banget sama aku.
"Yul, kenapa harus aku sih? Kan ada banyak itu cowok kece ketimbang aku," Kataku dalam balasan sms selanjutnya.
"Memang sih ada banyak cowok kece, tapi lebih kecean kamu mas Zacky. Aku benar-benar cinta kepadamu. Aku akan memberikan apa pun yang kamu mau mas, percayalah!" Aku cuma senyum saja membaca sms dia yang ini.
"Ngerayu ya ngerayu.., hehee.
Kalau aku minta rumah dari kamu? Apa kamu akan memberikan untukku Yul," Kataku yang tentu saja bercanda.
"Kenapa tidak mas? Toh nanti rumahnya akan kita tempati bersama, iya kan?
Aku tinggal dulu ya mas, di luar sudah datang mas Jhon, emmmuaaachhh," Yuli memungkasi sms-nya padaku.
"Wew... dasar semprul!" Semua sms dari Yuli langsung kuhapus.
(bersambung ke episode 44 Klik Disi).
http://zackymadumoe.mywapblog.com/novel-cintaku-merintih-di-pulau-batam-e-15.xhtml
BalasHapusEnte kok uda jarang kunjungan gan, knpa?
BalasHapuswihhh jadi rebutan cewe ya mas.. hebat hebat
BalasHapus@Iman Nurjaman,
BalasHapusBegitulah ceritanya mas. Namun tidak lantas senang, karena nanti banyak kejadian-kejadian yang membuat miris dan pada akhirnya merintih, hehee.
terus sambung bro biar bisa jadi film
BalasHapus@ID KIMCOYSLA,
BalasHapusTidak kenapa-kenapa gan. Kalau bukan follower dan jarang ketempat saya.. Ya saya tidak tau dan jarang mengunjungi blog tersebut.
@Nizam AlQassam,
BalasHapusHahaa, iya gan. Insya Allah akan aku jadikan sampai 100an episode, bahkan lebih.
Woow.. Playboy juga ini si mas @Zacky :D yang banyak direbutkan oleh gadis2 buat diajak pacaran ya Gan.
BalasHapusTapi musti harus hati2 juga sih jika tdk ingin kepeleset kemudian tertimpa tangga kalau mau nerima tawaran cinta dari si Yuli yg masih sbg pacar temannya sendiri yaitu si Jhon tuh kang.. :mrgreen:
Sob kenapa yg muncul di pembritahuan masih postingan yg kemaren
BalasHapusBahaya juga itu cewek ama sifatnya ya gan karna berani nembak duluan ke si zacky, padahal masih punya pacar lagi.
BalasHapus@INFOMANIA,
BalasHapusHahaa, begitulah gan. Sip gan. Insya Allah.
@Junaedi Ghabil,
Hehee, tidak sedikit cewek yang seperti itu gan, dan biasanya itu cewek sudah pengalaman dalam percintaan sih.
Terkadang mereka tidak memperdulikan statusnya karena hasratnya itu gan.
@Alhusaini7lapan,
Saya malah tidak tau kalau artikel baru yang saya posting tidak muncul di home page itu gan. Apa mungkin tampilan browser agan yang lagi error? karena di browser tempat saya, postingan terbaru selalu muncul kok.
@Arief Firmansyah,
Hehee, pada dasarnya si Zacky tidak PlayBoy kok, malahan dia penakut untuk sebuah cinta. Namun ya itu, karena desakan gejolak yang sering kroncalan.. dia jadi seperti itu.
Iya nih, Zacky harus hati-hati pada setiap ajakan Yuli dan cewek lainnya, karena bisa-bisa dia semaput nantinya.