Cerita Misteri: Pocong Jones.
Nafas Tukijan tersengal-sengal,dia ngos-ngosan setelah baru saja beradu lari sama si Somad anak setengah sedeng yang jarang mandi.
"Hi hii,dasar pocong sialan! bikin takut jadi ngos-ngosan begini. Hei Somad,kamau dimana?" Tukijan mencari si Somad yang tadi berlari dibelakangnya.
"Aku disini Jan. Sebentar," Suara Somad dari balik pohon.
"Ngapain kamu disitu Mad Somad?!" Tukijan kemudian duduk disebatang kayu yang tergeletak.
"Sebentar,kebelet kencing nih. Ada apa teriak-teriak Jan!" Suara Somad setelah selesai pipis.
"Kirain kamu kemana. Aduh.. aku capek Mad," Tukijan memegangi lututnya yang terasa perih karena tadi sempat terjatuh.
"Aku juga capek Jan. Eh Tukijan,tadi kamu dengar tidak suara pocong itu?" Kata Somad lantas menengok kanan kiri.
"Tidak. Dia ngomong apa memangnya Mad?" Tukijan mengernyitkan dahi.
"Masa tadi kamu tidak dengar Jan?
Dia bilang seperti ini,cowok ganteng-ganteng kok Jones,hikhikhiik, begitu Jan," Kata Somad.
"Ah yang benar saja kamu Mad,masa pocong bisa ngomong," Tukijan tidak percaya.
"Ya sudah kalau tidak percaya. Apa kita perlu kesana lagi biar kamu percaya?" Ajak Somad.
"Gila kamu ya! Sudah capek-capek lari karena takut,eh malah ngajak kesana lagi," Tukijan rada sewot.
"Kan biar kamu percaya," kata Somad.
"Iya deh iya,aku percaya. Kita lanjutkan jalan yuk," Tukijan bermaksud mau jalan. Tiba-tiba didengarnya suara krosak-krosak di semak tidak jauh dari tempatnya berada.
"Apa itu? Emaaaaak dia lagi," Tukijan hendak berlari kencang,tapi ujung kaosnya malah nyangkut pada ujung kayu tersebut,hingga dia terjerembab. Sementara Somad yang sudah berancang-ancang hendak lari jadi mengurungkannya karena melihat Tukijan.
"Ampun deh Om,kami kan tidak menggagumu. Kenapa kamu mengikuti kami sih?" Suara Somad sembari menarik Tukijan.
"Hikhikhiik,ganteng-ganteng Jones," Suara pocong yang sudah berdiri dihadapan mereka.
"Ini pocong apa kuntilanak sih! ketawanya kayak kuntilanak. Lari..." Kata Tukijan lirih,dia langsung lari terbirit-birit tidak menoleh kebelakang lagi.
Tukijan berhenti setelah dirasanya sudah jauh dari tempat tadi.
Somad tanpa bisa mengerem larinya,dia menabrak tubuh Tukijan hingga keduanya jatuh.
"Aduh Mad Somad! Pakai rem dong larinya!" Tukijan mengaduh karena benturan dengan Somad.
"Sudah Jan! Aduh.." Somad mengelus-elus kepalanya yang terasa pening.
Mereka mengatur nafas sebentar dan menoleh kearah sekitar,barangkali saja pocong tadi mengejarnya.
"Itu kan Jan,pocongnya bisa ngomong?" Kata Somad.
"Iya Mad. Yuk ah," Tukijan berjalan.
"Eh Mad,kamu tidur di rumahku saja ya,aku jadi takut nih," Kata Tukijan.
"Iya," Jawab Somad.
Mereka terus berjalan hingga sampai di rumah Tukijan.
"Kok sepi dan gelap? Pada tidur kah mereka? Jam berapa ini?" Tukijan membuka pintu rumahnya dan menyalakan lampu ruang depan. Dilihatnya jam dinding yang ternyata sudah pukul 24.47 wib.
"Wow.. sudah malam banget ternyata Jan. HoaaaammzZz," Somad menguap.
"Aku mau langsung tidur saja Mad,sudah ngantuk juga ini,uuughfff," Tukijan membuka pintu kamar dan langsung merebahkan tubuhnya.
"Jan lihat itu Jan,dia lagi!" Kata Somad yang melihat sosok putih dengan pocongan diatas kepala,berdiri dibalik kaca jendela yang memang saat itu tidak tertutupi tirai.
Tukijan memandang ke jendela tersebut dan langsung membalikkan tubuhnya.
"Mad.. aku takut!
Kenapa dia mengikuti kita," Suara Tukijan dari balik bantal.
"Sudah tidak ada Jan,dia sudah pergi," Somad kemudian menarik korden,menutupi jendela itu.
"Yang bener Mad," Tukijan belum percaya.
"Iya bener," Anak setengah sedeng itupun menarik selimut.
"Suara apa lagi itu Mad? Gedhebag gedebug seperti ada yang lagi lompat-lompat diluar sana," Kata Tukijan.
"Gak tau," Jawab Somad.
"Coba kamu lihat Mad," Suruh Tukijan pada Somad,pemuda setengah waras itu kemudian bangun dari tidurnya. Dia membuka korden jendela,memeriksa luar rumah tapi tidak ada apa-apa.
Baru saja Somad hendak membalikkan tubuhnya,dia kaget karena melihat sesosok pocong tidak jauh dari pohon pisang dipekarangan rumah.
"Jan,pop pop po..cong.." Somad langsung menubruk kasur dan menindih kepalanya dengan bantal. Tukijan yang mendengar itu pun semakin ketakutan. Sementara itu,pocong tadi juga melihat diri Somad yang berada dikaca jendela.
"Hikhikhiik,masih berani juga dia lihat-lihat aku. Awas kalian!" Ancam pocong itu. Pocong tadi langsung melompat-lompat mendekat ke jendela. Kepala dari pocong itu disundul-sundulkannya ke kaca jendela kamarnya Tukijan.
"Waduh Om pocong. Pergi sana,jangan ganggu kami dong!" Suara Somad,sementara Tukijan membenamkan wajahnya pada bantal.
"Hikhikhiik,ganteng-ganteng kok Jones. Kasihan deh elo," Suara pocong itu dan tertawa.
"Jones jones kepala elo dipocong. Kamu itu yang Jones,jomblo ngenes! Lompat-lompat sendiri tidak ada temannya. Sana pergi nyari cewek di kuburan!
Rasakan ini pocong jones! gubrak!!!" Suara Somad,lantas dia melemparkan bantal ke jendela. Pocong tersebut bengong lalu pergi entah kemana. SEKIAN.
Wahahaa,kasihan deh anda,ceritanya tidak seram.
Penulis: мαdυмσє
http://zackymadumoe.mywapblog.com/cerita-misteri-pocong-jones.xhtml
BalasHapusHahaha :lol: , Aku baca sampai penuh.
BalasHapusLucu banget, padahal.. Udah tau sih dari judulnya. :v
Pasti Lucu, cuco'. :D
ha..ha..kalau saja ceritanya bener2 nyata, saya sendiri kesindir tuh sama si pocong, dasar pocong sialan koq bisa2nya ngeledekin kaya gitu,.
BalasHapusCeritanya bener bener gokil bro. Masa ada pocong ngeledekin gitu.
BalasHapuswkwkwk . judul dan alur ceritanya lucu gan :D
BalasHapustuan sangat berbakat menjadi seorang penulis ... lanjutkan, tuan.
BalasHapusduh haduuh, pocong juga bisa bercanda ternyata :grin:
BalasHapus