Teman Baruku Siswi Hebat.
Kedua mataku tidak berkedip ketika melihat seorang nan ayu melintas di depanku.
Pandanganku terus mengikuti langkahnya hingga dia hilang dibalik pintu kelas.
"Ngapain kamu bengong Bray?" tanya temanku.
"Ah tidak" aku menoleh kearah Wawan yang baru saja datang di sebelahku.
"Oh itu..
Dia anak baru Bray,dia baru tiga hari disini" kata Wawan.
"Maksudmu Wan?" tanyaku dengan mengernyitkan dahi.
"Iya,dia anak pindahan dari sekolahan lain di kota" jawab Wawan.
"Oh begitu" kataku dengan manggut-manggut kecil. Aku memang tidak tau kalau di sekolahanku ada anak pindahan yang katanya dari kota karena selama tiga hari aku tidak masuk kelas,karena sakit yang aku alami.
"Ayo Bray,itu bell sudah berbunyi" kata Wawan dengan memegang pundakku,kami bergegas masuk ke ruang kelas.
Seperti hari-hari sebelumnya,aku duduk menempati bangku di pojok kanan paling belakang. Ya.. tempat yang sering menjadi perhatian oleh guru karena selalu dianggapnya murid yang nakal alias badung,pemalas dan murid tidak pintar. Namun hal itu salah menurutku,karena aku bukanlah seorang yang nakal,pemalas dan bodoh dalam belajar. Semua itu aku buktikan dengan tidak pernahnya aku membuat kegaduhan di dalam kelas ataupun hal resek lainnya.
Selama ini pun aku selalu mendapat nilai cukup bagus dalam setiap ulangan mata pelajaran. Bahkan sering teman-teman disekitarku menoleh kearahku dan melempar isyarat ketika ada ulangan sulit seperti pada mata pelajaran Matematika,Kimia,dan Bahasa Inggris. Mereka melakukan hal itu tidak lain agar aku memberikan contekan jawaban atas soal-soal ulangan tersebut.
Sebentar-sebentar aku memandang kearah dia sambil memainkan pulpen. Entahlah,saat itu dia menoleh kearahku dan tersenyum.
Seketika itu juga dadaku berdegup kencang karena kedua mataku menangkap sorot ceria dari bola matanya.
"Wuih,keren juga dia. Cantik,sepertinya juga pintar" kataku lirih.
"Selamat pagi anak-anak.
Anak-anak,siapa kira-kira yang bisa menggantikan Wiwik Wulandari untuk mendampingi Raka Kolongningrat saat mengikuti Lomba Pendidikan nanti?
Perlu kalian ketahui,Wiwik Wulandari tidak bisa mengikuti lomba dikarenakan dirinya yang lagi terbaring di rumah sakit. Sementara penutupan pendaftaran lomba tinggal dua hari lagi. Ayo siapa kira-kira?!" suara Bu Guru Anisa setelah duduk di kursi. Semua murid terdiam sebentar.
"Ayu Aprilia Bu Guru. Dia kan jago disemua mata pelajaran" suara Wawan dengan lantang.
"Iya Bu Guru. Ayu Aprilia" hampir serempak suara murid dalam kelas tersebut.
"Baiklah. Bagaimana Ayu,apa kamu siap?" suara Bu Guru Anisa. Ayu Aprilia terdiam sejenak,lantas menyanggupinya.
"Siap Bu" suara Ayu.
"Bagus. Nanti ibu akan mendaftarkan kalian berdua setelah jam pelajaran selesai. Persiapkan diri kalian sebaik mungkin ya" kata Bu Guru Anisa penuh semangat.
Selanjutnya aku mulai menulis materi pelajaran Matematika yang sudah terpampang di papan tulis hasil tulisan Bu Guru Anisa,seorang guru muda nan sexy.
"Wealah,kenapa pulpennya macet sih! Wan,pinjemin pulpennya dong. Ini macet" kataku yang suaranya agak kelepasan keras hingga teman-teman di dekatku pun menoleh,begitu juga dengan dia.
"Gak ada Bray" kata Wawan,dia melanjutkan menulisnya. Sementara aku mencoba mencoret-coretkan pulpen tadi diatas buku dan meja kelas,tapi tetap saja macet.
Terpaksa aku menunggu Wawan selesai menulis,baru aku memakai pulpennya.
Sebentar kemudian Bu Guru Anisa menerangkan apa yang ditulisnya dipapan tulis,lalu pertanyaan-pertanyaan pun muluncur dari bibir Bu Guru yang sexy tersebut pada murid.
Tidak kusangka,dia menjawab hampir semua pertanyaan dari Bu Guru dengan benar. Bukan cuma itu,dia begitu lugas dalam penyampaian semua jawaban atas pertanyaan yang di lontarkan oleh Bu Guru. Kata-katanya mudah dimengerti,hingga aku pun kagum kepadanya.
Bell istirahat berbunyi,siswa pada berhamburan keluar kelas. Aku masih duduk di bangku dengan pulpen yang ngadat tadi.
"Tidak keluar ya?" suara seorang cewek. Aku menoleh,suara itu adalah dia,murid pindahan dari kota.
"Iya ini,kamu sendiri tidak keluar?" kataku dengan dada berdegup.
"Malas ah,enakan di dalam sambil belajar.
Kenapa dengan penamu?" dia semakin membuatku berdebar.
"Ini,macet. Mana pulpen cuma satu" kataku dengan menatap wajahnya.
"Oh. Ini kalau kamu mau" dia memberikan pulpen merk pilot kepaduku. Diletakkannya pulpen tadi diatas meja.
"Beneran ini?" tanyaku.
"He'em" suara dia dengan mengangguk kecil dan menggigit bibir bawahnya yang kemerahan. Sejenak aku tidak melepaskan pandanganku menyusuri wajahnya nan ayu. Ada desir tersendiri yang kurasakan saat itu.
"Namamu Ayu ya? Ayu Aprillia?" tanyaku setelah kulihat sebuah nama tertera di pulpen tersebut,nama itu ditulis pada sebuah kertas kecil yang ditempel dengan isolasi bening.
"Iya. Kamu sendiri namanya siapa?" tanya dia.
"Namaku Raka Kolongningrat" jawabku. Aku tidak berkedip menatap wajahnya. Kedua bola matanya nan bening itu semakin membuatku enggan untuk memalingkan pandangan.
"Kamu murid baru ya,pindahan darimana?" tanyaku.
"Iya,aku pindahan dari Jakarta" jawab dia.
"Oh.. Jauh juga ya" kataku. Kemudian bell masuk kelas berbunyi,kami saling tersenyum penuh arti.
Setelah jam pelajaran selesai dan bell pulang berbunyi,aku dengan bergegas menghampiri dia.
"Kamu tinggal dimana? Kita pulang bareng ya" kataku dengan berharap.
"Boleh. Aku tinggal di batas kota,kamu sendiri?" jawabnya.
"Batas kota? daerah dekat kota ini maksudmu?!
Aku tinggal di KM 1 dari sekolahan ini" aku dan dia kian akrab saja. Sesekali aku membanyol,dia pun terkekeh.
Kemudian aku lihat ada seseorang dengan menaiki sepeda motor Kawasaki Ninja berhenti di dekat pintu gerbang sekolahan.
"Ya sudah Raka,aku duluan ya. Bye" kata dia yang lantas berlari kecil menuju kearah si pengendara sepeda motor tadi,aku pun melongo ditempat.
Keesokan harinya sebelum aku masuk kedalam kelas. Aku dan Wawan beserta teman yang lain asik duduk-duduk di depan kelas sambil menunggu bell berbunyi.
"Lihat itu siapa yang datang,bidadari man..!" suara salah seorang temanku.
"Ckckckckk,cantiknya mak..
Bodynya aduhai,huff" kata temanku yang lain.
"Iya Bray,beruntung banget yang menjadi pacarnya" suara Wawan mengomentari dia yang baru datang. Sementara aku memandang dia tidak berkedip,aku larut oleh pesonanya yang memang aduhai.
"Selamat pagi semua.." sapa dia yang lantas masuk ke dalam kelas.
"Pagi.." serentak suara kami menjawab. Tanpa dikomando,kami langsung masuk ke dalam kelas.
"Hei Ayu,tadi itu siapa yang mengantarmu?" tanya Wawan.
"Dia Kakak ku,kenapa Wan" jawabnya.
"Kirain pacarmu" kata Wawan.
"Bukan" jawabnya singkat.
"Oh. Jadi kita punya kesempatan dong untuk menjadi pacarmu,hehee" suara Wawan.
"Menjadi teman iya,kalau pacar tidak.
Oh iya Raka,ada salam dari kakak ku,katanya dia mau kenal kamu" ujarnya dan membuatku terkejut.
"Mau kenal aku? kok bisa?!" kataku dengan raut tanda tanya.
"Aku bercerita banyak tentang sekolahan ini pada kakak ku,teman-temanku disini,terutama kamu Raka" ucapnya.
"Memang kamu bercerita apa tentangku Yu" tanyaku. Pembicaraan kami berhenti karena Pak Guru sudah memasuki ruangan kelas,karena memang bell masuk sudah berbunyi sedari tadi.
Jam pelajaran pun dimulai,kami dengan serius mengikuti pelajaran dan memperhatikan dengan seksama apa yang pak guru terangkan.
Pelajaran pada jam pertama hingga terakhir pun sudah selesai dan saatnya kami pulang.
"Raka,sini" panggilnya dia padaku.
"Iya,ada apa Yu?" kataku. Kemudian aku mendekat.
"Tidak apa-apa. Kita jalan bareng yuk" kata dia dan sempat membuatku berpikir sejenak.
"Jalan bareng..." suaraku dengan berfikir.
"Iya jalan bareng pulang maksudnya,kamu kira apa hayo,hehee" kata dia. Aku tersenyum,dia pun tersenyum. Kami melangkah menuju pintu gapura sekolahan dan berhenti disana.
Kami berdiri di dekat gapura sekolahan. Sesekali aku sandarkan tubuhku pada tembok gapura tersebut.
Aku pandangi dia lebih lekat lagi,hatiku berdesir ketika tatapan matanya memandangku lembut.
Aku terdiam,bibir dia pun terkatup. Sebentar kemudian dia berbicara kepadaku.
"Raka,kamu pulangnya naik apa?" suara dia.
"Aku naik angkutan" jawabku.
"Oh. Emm nah itu kakak" suara dia dan menunjuk pada mobil yang berjalan pelan menuju kearah kami.
Mobil sedan itu berhenti di dekat kami. Tampak seorang pemuda gagah nan tampan membuka pintu mobil dan keluar.
"Ini lho kak yang namanya Raka" suara dia yang tampak manja pada pemuda tadi. Pemuda itu tersenyum dan mendekat kearahku.
"Oh,jadi kamu yang bernama Raka? Perkenalkan namaku Dendy,kakaknya Ayu" kata pemuda tadi dan mengulurkan tanganya.
"Iya,namaku Raka" kataku,kami pun berjabat tangan,selanjutnya mengobrol sebentar.
"Bagaimana dik,kita pulang sekarang?" suaranya.
"Iya kak.
Raka,ayo bareng kami" ajaknya dia.
"Terima kasih Yu. Biar aku naik angkot saja" kataku.
"Ayolah.. tidak apa-apa kok Ka" ucapnya dia.
"Iya. Aku naik angkot saja,terimakasih" kataku,mereka kemudian meninggalkan diriku.
Seperti hari sebelumnya,aku bergegas berangkat ke sekolahan setelah mandi dan sarapan.
Aku duduk-duduk didepan kelas sambil membuka buku pelajaran sembari menunggu bell masuk kelas berbunyi.
"Hemm,semoga nanti aku bisa tampil dengan baik dan memberikan yang terbaik buat sekolahan ini.
Ayu Aprilia,sepertinya dia pintar juga cerdas" gumamku.
"Hei Bray,serius sekali!" suara Wawan yang baru datang.
"Kamu Wan. Iya Wan,kan hari ini lomba pendidikannya dimulai" kataku.
"Oh iya,aku lupa Bray" kata Wawan,kemudian mataku tertuju pada Ayu Aprilia yang baru saja memasuki halaman sekolahan.
"Selamat pagi semua. Raka,lomba pendidikannya hari ini kan?" sapa dia pada kami.
"Iya. Kamu sudah siap kan?" kataku.
"Siap dong. Kamu sendiri?" kata dia.
"Siap" jawabku.
Kami memasuki ruang kelas karena bell sudah berbunyi.
Tidak lama kemudian Aku dan Ayu Aprilia dipanggil oleh pak Selamet untuk keruang guru. Selanjutnya kami menuju ketempat dimana diadakannya Lomba Pendidikan se Kabupaten dengan didampingi oleh Bu Guru Anisa dan beberapa staff.
Karena kami datangnya mepet dengan waktu dimulainya lomba,maka kami tidak punya waktu banyak untuk bersantai.
Aku dan Ayu menempatkan diri pada tempat yang sudah disediakan.
Ada sepuluh perwakilan sekolahan yang mengikuti lomba tersebut dan dibagi menjadi satu sesi.
Lombanya sendiri mengenai soal mata pelajaran sekolah.
Lombat dimulai,tampak didepan kami berjajar para juri dan pemberi soal. Di disamping kami berjajar para peserta lomba dari sekolahan lain.
Kami diberikan pertanyaan masing-masing 10 soal dan setiap soal diberi waktu 30 detik untuk menjawabnya. Setelah itu dilanjutkan dengan pertanyaan leparan dan rebutan. Dengan sedikit tegang Aku dan Ayu berusaha menjawab semua pertanyaan yang diberikan oleh sang pemberi soal (pembaca soal). Tepuk tangan para penonton pun menggema diruangan tempat kami berada,saat Sekolahan kami dinyatakan sebagai Pemenang,Juara 1 dalam Lomba Pendidikan tersebut.
Aku dan Ayu Aprilia tersenyum pada Bu Guru Anisa dan Staff.
"Kalian memang murid-murid hebat. Kami bangga pada kalian" suara Bu Guru Anisa pada kami.
"Iya Bu Guru,Raka dan Ayu memang hebat" kata Wawan yang sebelumnya minta ijin untuk menyaksikan kami.
"Kamu memang temanku yang hebat Yu. Tadi hampir semua pertanyaan kamu jawab dengan cepat dan benar" kataku pada Ayu Aprilia.
"Kamu juga hebat Raka" jawabnya,lalu tersenyum manis. Selanjutnya kami pulang ke sekolahan dengan senyum mengembang. SELESAI.
Penulis Cerita: мαdυмσє
http://zackymadumoe.mywapblog.com/cerpen-teman-baruku-siswi-hebat-2.xhtml
BalasHapuskolongningrat? aneh juga ya namanya :D
BalasHapuswahh hebat banget ayu dan raka. Jadi juara, ceritanya menarik banget bray :-D jadi pengen kenal sama Ayu. .hehe
BalasHapusCeritanya menarik untuk di baca sob,
BalasHapus