Kau Yang Kurang Ajar,Kau Yang Memfitnah
"Apa sebenarnya maumu Ton? kenapa kamu menggangguku!" suara Tasya keras pada Toni.
"Apa mauku kamu bilang?!
Hei Tasya! seharusnya aku yang tanya kenapa kamu tega kepadaku" suara Toni tidak mau kalah.
"Aku tega? Kamu itu yang tega kepadaku!
Kenapa kamu tega menjelek-jelekanku dihadapan teman-teman hah!" Tasya menatap tajam kearah Toni.
"Oh.. jadi kamu tidak terima ya?!" Toni pun menatap Tasya dengan sorot mata yang tajam.
"Ya jelas tidak terima,karena kamu itu kurang ajar. Udah deh,aku lagi tidak mau bertengkar dengan elo Ton. Sekarang katakan apa maumu! gludak!" suara Tasya dengan kesal dan membanting buku diatas meja.
"Aku tidak mau apa-apa kecuali kamu minggat dari kelas ini,sekarang!" kata Toni.
"Ok aku pergi,tapi ingat suatu saat nanti kamu akan menerima atas semuanya!" Tasya langsung pergi meninggalkan kelas tersebut.
"Dasar cewek binal!!! Gubrak!" Toni langsung menendang kursi didekatnya.
Perseteruan antara Tasya dan Toni sudah terjadi beberapa hari ini. Toni geram sendiri karena waktu itu Tasya tidak mau diajaknya berciuman,bahkan Tasya menampar wajah Toni ketika dia dipaksa melakukan hal itu oleh Toni.
Sebenarnya antara Toni dan Tasya tidak ada hubungan apa-apa selain teman.
Saat itu ada kegiatan hecking yang diadakan oleh Ketua OSIS dan semua siswa di kelas tersebut mengikutinya. Adapun tempat heking itu sendiri di dekat sebuah perbukitan.
"Ok teman-teman semua,sekarang kita berangkat,let's go!" suara Ketua OSIS kepada semua teman disitu. Mereka berangkat dengan menaiki mobil pick up sewaan untuk menuju ketempat tujuan.
Ke 28 siswa itupun sampai ditempat yang dimaksud. Mereka langsung berlompatan turun dari mobil.
"Terima kasih Pak. Jangan lupa nanti jemput kami disini jam 5 sore ya pak.
Ayo kita kesana teman-teman" suara Siswanto selaku ketua OSIS dan penanggung jawab. Kemudian mereka menuju ketempat yang sudah ditentukan sebelumnya.
"Hei Tasya,kamu terlihat cantik dan sexy deh" kata Toni kdpada Tasya.
"Ah kamu Ton,bisa saja. Noh bantu yang lain membawa perbekalan kesana" jawab Tasya.
"Sudah.. aku sudah bawa yang ini.
Bener kok Sya,kamu cantik sekali. Nanti kamu jangan jauh-jauh dariku lho Sya" suara Toni sedikit menggoda Tasya.
"Memangnya kenapa kalau aku jauh darimu Ton?" sahut Tasya.
"Ya tidak apa-apa sih,cuma.. cuma takut nanti ada ular menggigitmu,hehee" kata Toni.
"Bisa saja kamu. Yuk ah" kata Tasya. Mereka terus berjalan mengikuti teman-temannya yang menyusuri jalan setapak ditempat tersebut.
Setelah melakukan perjalanan kaki yang cukup melelahkan dengan jalan yang agak menanjak,mereka akhirnya sampai ditempat tujuan.
"Ok teman-teman semuanya,kita telah sampai.." suara Siswanto.
"Kita sudah sampai? asik..
Huuff capeknya aku" kata Salma salah seorang siswi peserta hecking tersebut.
"Widih,ternya cukup bagus pemandangan disini" kata Toni.
"Huuuff,kakiku semuanya pegal-pegal" kata Tasya.
Mereka kemudian duduk-duduk beristirahat sambil menikmati panorama alam di tempat sekitar.
"Sis,lalu apa yang akan kita lakukan setelah sampai ini?" tanya Toni pada Siswanto sebagai ketua OSIS dan penanggung jawab kegiatan itu dengan dibantu oleh teman yang lain.
"Kita akan melakukan kegiatan ringan disini,yakni dengan penanaman bibit pohon buah-buahan yang kita bawa itu. Kita juga akan melakukan game-game ringan biar kita-kita tidak suntuk" jelas Siswanto.
"Oh begitu? terus nanti siapa yang akan merawat bibit-bibit yang kita tanam setelah kita pulang dari tempat ini Sis?" tanya Toni lagi pada Siswanto.
"Siapa lagi kalau bukan kamu Ton,hahaa bercanda.
Nanti ada diantara kita yang akan bertugas meninjaunya,entah itu sebulan sekali atau berapa.
Ok teman-teman semua,sekarang kita berdo'a dulu untuk kebaikan kita disini. Do'a akan dipimpin oleh teman kita,yakni saudara Fajar. Silahkan saudara Fajar" setelah mereka melakukan do'a bersama,mereka kemudian melakukan penanaman 50 bibit pohon terdiri dari pohon mangga,pohon jambu air dan isi,pohon belimbing,pohon pepaya. Mereka kemudian istirahat di dekat pinggiran aliran sungai kecil dan dilanjutkan dengan game-game ringan,kemudian mereka saling beracengkrama ataupun berdiskusi.
Terlihat Toni merapikan rambut dan pakaiannya sebelum dia menghampiri Tasya yang lagi duduk besama teman yang lain.
"Hei Tasya,kita kesana yuk" suara Toni pelan serasa berbisik.
"Kemana Ton?" jawab Tasya.
"Kesana itu. Tadi aku lihat ada pemandangan indah sekali disana" kata Toni.
"Pemandangan apa memangnya Ton?" tanyanya Tasya.
"Emm,pemandangan indah pokoknya. Udah.. ayo kita kesana" tanpa bertanya lagi Tasya mengikuti ajakan Toni. Mereka tidak memperdulikan kalau banyak pasang mata teman-temannya yang memperhatikan langkah mereka berdua.
"Woi,mau kemana kalian?!" suara salah seorang dari teman mereka berdua.
"Kami mau jalan-jalan disekitaran sini saja sambil melihat-lihat pemandangan,hehee" jawab Toni dengan tertawa kecil.
Mereka (Toni dan Tasya) sampai di sebuah tempat semak tidak jauh dari pinggir sungai. Mereka duduk dengan pandangan mata memperhatikan air sungai yang mengalir.
"Mana Ton,katanya ada pemandangan indah disini?!" suara Tasya.
"Lihat itu Sya,ikan-ikan itu tampak riang bermain. Mereka berlari saling berurutan,berkejaran,melompat naik lalu tenggelam lagi ke air. Lihat juga itu disana,itu tu itu,burung-burung itu berkicau diatas dahan,lalu pergi mengejar temannya dan hinggap lagi sambil mengepak-ngepakkan sayapnya" kata Toni,lantas dia tersenyum pada Tasya.
"Emm,iya juga sih" suara Tasya dan melirik kearah Toni.
"Iya kan apa kataku,tempat disini sangat indah.
Coba kamu perhatikan dasar sungai itu Sha,dia juga indah sekali dengan bebatuan kecil dan lumut disana" kata Toni yang kemudian dia merapatkan duduknya disamping Tasya.
"Ngapain kamu Ton? Jangan dekat-dekat gini deh" suara Tasya yang beringsut dari duduknya,namun Toni merapatkan duduknya lagi ke arah Tasya.
"Eh maaf Sya,maksudku..
Sya,kamu sungguh cantik dan sexy banget" kata Toni.
"Gak usah ngegombal ah Ton!" sahut Tasya. Mata Toni terus memperhatikan wajah Tasya yang memang cantik,lalu tatapannya menelusuri setiap lekuk tubuh perempuan di dekatnya itu.
"Hemm,dia memang cantik sekali,sexy!" begitulah kata Toni lirih dalam hati. Tanpa disadarinya jiwa kelaki-lakiannya bergejolak bergemuruh. Dengan secepat kilat,tangan kiri Toni melingkar di bahu Tasya. Dia mendorong wajah Tasya hingga wajah cantik tersebut berada di depan wajahnya. Dengan gerakan cepat juga Toni melumat bibir Tasya,menciumi wajah cantik itu. Sontak saja Tasya meronta,satu tamparan keras pun mendarat di wajah Toni.
"PLAAK! kurang ajar sekali kamu Ton,memangnya aku apaan! memangnya aku pacar kamu!" Tasya kemudian meninggalkan Toni sendiri ditempat itu.
"Huh! Awas kamu Sya!" suara Toni dengan mengelus-ngelus pipinya. Toni kemudian kembali ketempat semula dimana teman-temannya berada.
Kegiatan hecking itu berjalan dengan lancar. Kemudian kegiatan tersebut di tutup dengan do'a sebelum mereka meninggalkan tempat tersebut.
Sejak kejadian itu,Tasya tidak mau lagi dekat-dekat dengan Toni,bahkan dia tidak mau berbicara dengan Toni meski cowok tersebut meminta maaf kepadanya. Bahkan saking kesalnya Toni pada Tasya,cowok itu sampai membuat sebuah cerita bohong kalau dirinya dan Tasya telah melakukan hubungan intim di pinggiran sungai waktu mereka berhecking. Jelas saja hal itu sebuah fitnah buat Tasya. Celakanya,cerita bohong Toni dengan cepat menyebar ke seantero sekolahan tersebut,sampai-sampai banyak siswa dan guru yang mencibir kepada Tasya.
"Apa kamu belum puas setelah memfitnahku!" suara Tasya keras pada Toni setelah dia kembali masuk ke dalam kelas,karena temannya itu memandangnya dengan sinis.
"Apa!" suara Toni dengan mata melotot. Kiranya dia geram sekali terhadap Tasya hingga giginya gemeretak. Tasya sendiri langsung membuang muka dari tatapan Toni.
Jam pelajaran sekolah sudah selesai,mereka kemudian keluar dari dalam kelas dan pulang.
Dengan memblayer-blayerkan gas sepeda motornya,Toni menatap angkuh kearah Tasya,lantas dia bablas dengan senyum sinisnya.
Belum juga Toni jauh melaju ketika tiba-tiba "DUEEER SRAAAAAK!" sepeda motor yang dinaikinya tersenggol mobil kijang yang melaju dengan kecepatan lumayan. Toni terjatuh terjerembab,sementara mobil yang menyenggolnya tetap melaju setelah sempat memperlambat jalannya dan sang sopir hanya melihat Toni dari kaca spion.
"Aduh.. Mobil sialan!" suara Toni dengan meringis,dia meraba wajahnya,sebentar kemudian dia merasakan perih pada wajah dan lengannya.
Orang-orang yang melihat kejadian itu langsung bergegas menuju kearah Toni. Toni kemudian bangkit dengan sedikit sempoyongan.
Tasya yang melihat kejadian tersebut langsung melotot terperangah.
"Rasain elo! Balasan sudah berlaku buat elo Ton" Tasya langsung melangkah pergi tidak memperdulikan yang terjadi pada Toni. SELESAI.
Penulis Cerita: мαdυмσє
http://zackymadumoe.mywapblog.com/cerpen-kau-yang-kurang-ajarkau-yang-mem.xhtml
BalasHapusWah kurang panas tuh adegan civok2kan'nya toni sm tasya. Masa cuman bentar doank, eh.. itu penyelesaiyan masalah fitnah toni gimana? Keknya ini belum selesai;)
BalasHapusKasihan sekali si Tasya. Dia di fitnah dan dia dipermalukan si toni.
BalasHapusWaduh Si Tony kena Karmanya rupanya:-)
BalasHapusHarusnya adegan di semak semak harus lebih hot lagi mas hahahahahaha
BalasHapuswuapik kan nek hottt hehhee...
mungkin iku balesane toni, dicivok mobil kijang jahahaha
seru mas, hehe sik paling apik yo sik neng semak sekam kui hahaha
Udah hot ya
BalasHapusWew cerpen nya kurang bermutu gan menurut saya.. Masa ada adegan cipok an
BalasHapusaku setuju sama agan @reza :up:
BalasHapusCeritanya Dalam banget sob, Yang lain..
BalasHapus