Kutemukan Cinta Di Facebook.
Dia lagi duduk sendiri disebuah halte bus ditengah kota. Pelan aku berjalan dengan sesekali kedua mataku tertuju padanya.
"Hei,sendiri ya?" Tanyaku,dan aku tempatkan bokongku tidak jauh darinya. Dia cuma menoleh kearahku sebentar,lalu dia kembali sibuk dengan phonselnya.
Aku diam sebentar,aku perhatikan dia dengan menelusuri dari ujung rambut sampai sepatu hak yang tidak terlalu tinggi berwarna hitam mengkilap.
"Wieh,asik benar main hpnya mbak?
Mbak ini nunggu siapa disini?" Tanyaku dengan jurus sok akrab. Namun dia cuek saja. Jangankan menjawab,menoleh juga tidak.
Aku cuma bisa memonyongkan bibir ketika kulihat dilayar hpnya tampak beranda facebook.
"Huh,kalau main facebook sih aku juga sering Pret!" Kataku dalam hati.
Aku merogoh tas pinggang bawaanku,kuambil laptop yang biasa menemaniku kemana-mana. Kubuka laptop tersebut,kunyalakan dan Jreeeng..! Sebuah tampilan halaman twitter muncul.
Aku melirik kearah dia sebentar,karena tadi sempat kulihat dia menoleh kearahku saat laptop nangkring dipahaku.
"Mas mas,itu apa namanya? kok layarnya lebar" Tanya dia kepadaku. Aku tersenyum tipis sebelum menjawab pertanyaannya tadi.
"Ini? ini laptop,kenapa mbak?" Kataku.
"Oh.. laptop itu seperti itu ya mas?" Kata dia seperti baru melihat laptop saja.
"Iya mbak.
Eh,itu nama akun facebooknya kamu apa?" Tanyaku.
Dengan cepat dia menjawab pertanyaanku,memberitahu nama akun facebooknya,tidak seperti tadi cuma diam saat aku tanya sebelum aku mengeluarkan laptopku.
Dengan cepat aku ganti halaman twitter yang terpampang di layar laptop,kupindah ke halaman facebook. Dengan cepat pula aku search nama akunnya.
"Akunmu sudah aku add,tolong di konfirmasi ya" Kataku pada dia. Dia mengangguk,kemudian kulihat dia mengkonfirmasi addku tadi.
Dari kejauhan aku lihat sebuah bus mendekat kearah kami yang duduk di halte.
"Mari mas" Suara dia. Dia lantas berdiri dari tempat duduknya dan melambaikan tangan pada bus tersebut. Aku bengong,ketika belum kujawab,dia sudah naik keatas bus tersebut.
Ingin aku ikut naik ke bus yang dia tumpangi,tapi nama jurusan yang tertera pada kaca bus tersebut lain dengan jurusanku.
Sekilas dia memandang kearahku dari dalam bus,sebelum bus itu kembali melaju dan meninggalkan kepulan asap.
Aku segera memasukkan laptop kembali ke dalam tas dipangkuanku. Aku diam,dalam benakku merasa heran saja dengan orang tadi. Cuek saat pertama kali aku menanyainya,namun menjawab ketika melihat ada laptop nangkring dipahaku.
Tidak lama kemudian akupun berdiri,melambaikan tangan saat bus yang kumaksud sudah kelihatan mendekat.
Sesampai di rumah,aku langsung masuk kedalam kamar. Aku hempaskan tubuhku ketempat tidur. Rasa capek karena seharian berkutat dengan pekerjaan,saat itu tidak terasa lagi ketika aku membuka akun facebook dan bercanda dengan dia,orang yang tadi duduk disebelahku saat di halte.
Dia begitu cantik,gumamku.
"Hey Jessica,lagi apa?" Sapaku dalam inbox kepadanya Kebebulan saat itu dia juga lagi online. Memang sih,dia tidak langsung membalas inbox dariku.
"Hei juga. Ini lagi online,kamu lagi apa?" Jawabnya.
"Sama,lagi online juga.
Kamu tinggal dimana?" Tanyaku.
"Aku tinggal di rumah" Jawabnya.
"Sudah tau dodol!" Kataku berbicara sendiri,kemudian aku tinggal laptop diatas tempat tidurku untuk mengambil air minum sebelum kukirim ke inboxnya lagi.
"Hemm,segar.." Kataku pada dia.
"Apanya yang segar?" Tanya dia.
"Ini,melihat photo profilmu mataku jadi segar,hehee" Kataku.
"Bisa saja kamu. Kirain segar habis minum apa gitu" Tulisan dia dalam inbox yang kuterima.
"Iya benar,mataku jadi segar kayak kena tetes obat mata insto itu lho,hehee.
Kamu tinggal dimana sih? benar tidak apa yang tertera di profilmu itu?" Kataku.
"Asal jangan sering-sering saja kena tetesan insto,hahahaa.
Benar. Apa yang ada di profilku adalah asli" Kata dia.
"Oh.. begitu. Nanti kita bisa ketemuan dong? kan daerah kita tidak begitu jauh" Kataku.
"Ketemuan? kapan-kapan deh..
Memangnya kamu di daerah mana?" Tulisan yang dia kirimkan kepadaku.
Aku dan dia terus chatt lewat inbox sampai menjelang maghrib.
Malam telah tiba namun udara terasa panas,hingga keringat kembali membasahi tubuh meski aku baru selesai mandi.
Aku tengok keluar rumah,suasana tidak begitu ramai,tidak seperti malam kemarin yang ada kenduren di rumahnya Pak Dhe Sasongko,depan rumahku.
Aku buka baju,telanjang dada karena memang sudah tidak tahan dengan keringat yang mengucur.
"Hemm,nengok Jessica dulu ah.." Kataku dan bergegas menuju kamar untuk membuka laptop kreditanku.
Aku pandangi photo profil Jessica yang sudah terpampang di layar. Aku mendesah,kusentuh wajah cantiknya meski cuma di gambar.
"Ayo Jessica,online dong..!" Kataku tidak sabar ingin segera chatting dengan cewek cantik bernama Jessica yang tadi sore ketemu di halte kota. Namun setelah kutunggu 10 menitan ternyata dia tidak online juga.
"Aduh.. kenapa dia tidak online sih!" Kemudian aku kirimkan kata sapaan dan sedikit kata puitis kepadanya.
Aku semakin bersemangat main facebook dimalam itu,karena tanpa kuduga Jessica online baru saja.
"Cie cieee.. puitis banget,aku jadi tersipu ini.
Kamu lagi apa mas?
Memang rumahmu dimana?" Kata dia. Aku pun bertepuk tangan dengan lidah kujulurkan sedikit.
Aku semakin memberondong dia dengan kata-kata puitis dan pujian. Wow.. dia jadi semakin gila saja man! Ternyata dia juga membalasku dengan kata yang puitis memerindingkan jiwaku.
"Jessica,kalau saja aku berada didekatmu saat ini,pastilah aku akan menepuk semua nyamuk yang akan menggit kulit mulusmu itu,hehee" Kataku dalam canda setengah rayuan.
"Emang kamu tau kalau aku lagi dikerubuti nyamuk? hehee" Balasnya.
"Iya tau lah.. tadi ada kok salah satu nyamuk yang datang kepadaku dan bilang begini.. Parjo,ternyata enak lho kulit si Jessica,wangi,mulus dan licin. Sekarang teman-temanku lagi berdansa disana,hik hik hiik" Kataku.
"Wahahahaa,ada-ada saja kamu mas Parjo. Untung yang berdansa bukan lalat kan?!
Mas Parjo,kamu kerja apa kuliah?" Tanya dia.
"Aku kerja Jess.
Eh,kapan nich kita bisa ketemu lagi?" Kataku,lantas kusambar kacang asin di dekatku.
"Kan sudah ketemu tadi sore.
Kerja dimana mas?" Tanya dia. Aku mulai terbuka sama Jessica meskipun baru kenal. Jessica juga begitu,dia sepertinya terbuka menceritakan apa yang aku tanyakan.
Aku akhiri chatt itu dengan senyum manis akan harap,harapan untuk bisa bertemu Jessica nanti.
Pada suatu hari,aku kembali chatt dengan dia namun cuma sebentar karena dalam chattingan itu Jessica malah minta ketemuan.
Entahlah,hari memang telah sore dan aku sendiri baru nyampai di rumah habis dari tempat kerja.
Tadi waktu di halte kota,aku sempat tengak tengok mencari Jessica,namun dia tidak berada disana.
"Hei Jessica. Tadi kamu kok tidak ada di halte itu?" Tanyaku.
"Oh.. aku pulang setengah hari tadi mas,kan hari sabtu,
Eh mas,bisa tidak kita ketemuan?" Kata dia yang langsung membuatku kaget,karena dia mengajak ketemuan gitu.
"Cyus ini..? Bisa bisa,mau ketemuan dimana Jess?" Jawabku senang.
"Ketemuan dimana ya?
Di alun-alun saja mas,gimana?" Kata dia.
"Ok. Sekarang saja ya!" Tanpa menunggu lama,aku langsung mempersiapkan diri dengan mandi sebersih mungkin. Memakai pakaian yang kurasa trendy biar terlihat macho penampilanku tentunya. Tidak lupa aku semprotkan parfum disana sini,biar ada kesan mendalam nantinya buat dia.
Dengan memakai kendaraan pinjaman (punya tetangga,hehee) akhirnya aku melaju ke tempat yang di sepakati.
"Wuih,bakal seru ini kayaknya," Gumamku diatas kendaraan.
Tidak butuh waktu lama untuk sampai ke tempat janjian karena memang jarak rumahku dan alun-alun tidaklah jauh.
Aku berhenti,pandanganku menyapu ke seluruh sudut alun-alun,mencari dimana Jessica berada.
"Hemm,sepertinya dia belum berada disini," Kataku lirih.
Aku mengeluarkan phonsel dan menghubunginya lewat nomer hp yang tercantum di akun facebooknya.
"Hallo,Jessica ya?" Suaraku.
"Iya. Kamu siapa?" Jawabnya.
"Aku Parjo. Kamu Jessica kan?" Tanyaku pada dia untuk memastikan kalau dia itu Jessica.
"Iya aku Jessica. Kamu mas Parjo yang tadi inboxkan denganku kan?" Tanya dia.
"Iya Jess. Kamu jadi datang kesini kan,alun-alun?" Kataku.
"Jadi dong mas,ini sebentar lagi nyampai. Aku tutup dulu ya telfonnya," Dia menutup pembicaraan. Diriku kian berdebar-debar tidak karuan manakala membayangkan wajah cantik Jessica dihadapanku.
Benar saja,sebentar kemudian hpku berbunyi,dapat panggilan dari Jessica.
"Ok Jess,aku menuju ke tempatmu sekarang," Aku langsung memutar kendaraanku. Dag dig dug der dalam dadaku ketika kulihat dia begitu cantik dalam balutan busana yang Ia kenakan.
"Hei Jess,sampai juga ya kita disini. Kamu sama siapa Jess?" Kataku dengan senyuman mengembang tentunya.
"Hei juga mas. Iya ini,hehee.
Sendiri mas. Sudah lama ya mas menungguku?" Jawabnya dengan disusul senyuman juga. Dia menatapku,memperhatikanku seolah ada apanya aku ini (Ge Er).
"Pinggirkan lagi kendaraanmu Jess," Aku turun dari atas kendaraanku,begitu juga dengan dia.
Kami kemudian duduk diatas bangku yang terletak tidak jauh dari tempat kami tadi.
Aku dengan lekat memandang wajah Jessica. Wajah itu begitu mempesona dengan rona kemerahan di kedua pipinya.
"Jessica,kamu memang sangat cantik. Kedua matamu,hidungmu,bibirmu yang hemm merah merekah,aku sangat suka itu" Kataku dalam hati.
"Kenapa mas? apa ada yang aneh pada diriku?" Suara dia menyadarkanku dari sedikit lamunan atas pesonanya.
"Em tidak," Jawabku. Kami membicarakan banyak hal di petang itu. Dari curhat ringan sampai menyentuh ke hal pribadi masing-masing.
"Ayo Parjo,tembak saja dia. Jangan menunggu lama-lama. Jangan malu kalau ditolak," Tiba-tiba saja kata itu menyeruak didalam dadaku. Aku terdiam,mengambil nafas lantas memandang wajah Jessca.
"Jess,mungkin terlalu dini kalau aku menyatakan cinta kepadamu. Namun hal ini lebih baik dari pada aku simpan terlalu lama yang mana nanti malah bisa menjadi bumerang buatku," Kataku pada dia.
Jessica menatapku sebentar sebelum dia menatap ke atas dan menarik nafasnya.
"Mas,bukan masalah terlalu dini dan tidaknya. Semua kan perlu waktu dan penyelaman atas apa yang kita rasakan pada yang namanya cinta,benar tidak mas?
Jangan serius begitu memandangku mas,hehee.
Ok mas,untuk yang satu ini kita bicarakan nanti saja ya. Sekarang ngobrol yang lain dulu,setuju?" Kata dia yang ternya cukup bisa mengimbangi gaya bicaraku yang sok pintar itu.
"Setuju," Aku mengangguk kecil,semakin bertambah kekagumanku pada Jessica.
Karena kami sudah cukup lama berada disitu dan Adzan Maghrib sudah berkumandang,kami pun memutuskan untuk pulang.
Aku dan Jessica masih sering berchatting ria di facebook. Sampai pada suatu waktu aku kembali mengatakan kalau aku jatuh cinta kepadanya. Akhirnya,tanpa kuduga,dia pun menerima cintaku dan kami berpacaran di dunia nyata. SELESAI.
Cerita fiktif.
Penulis Cerita: мαdυмσє
http://zackymadumoe.mywapblog.com/cerpen-kutemukan-cinta-di-facebook.xhtml
BalasHapusWah Asyik Tuh Dapet Pacar Cewek Cantik
BalasHapusDan Tidak Hanya Sebatas Pacaran di Dunia Maya Tapi Juga Bisa Bertemu di Dunia Nyata
Menemukan cinta di dunia Maya, hohoho
BalasHapusKalau di Twitter, rasanya greget-greget gimana gitu. :D
BalasHapusRoman yang asyik
BalasHapus