Cintaku Berdzikir
Dua sejoli yang lagi dilanda rasa rindu ingin bertemu. Mereka adalah Fauzan dan Fatimah,dua anak manusia yang telah lama menjalin hubungan cinta.
Kini mereka berdua jarang bertemu karena kesibukan masing-masing.
Fauzan,pemuda cakap berwajah menawan anak Pak Kyai Ibrohim itu bekerja disebuah Yayasan Pendidikan Islam di daerah Sampit-Kalimantan Tengah.
Fatimah,remaja putri yang baik hati. Dia punya kesibukan mengajar di sebuah Madrasah di daerah Kendal-Jawa Tengah.
Keduanya dulu bertemu di sebuah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Semarang sebagai Mahasiswa disana.
Seiring dengan waktu di tengah-tengah belajarnya sebagai Mahasiswa pada Institut tersebut,telah tumbuh benih-benih cinta pada diri mereka berdua. Sehingga mereka merajut tali asmara.
Setelah mereka lulus dari perkuliahan,keduanya langsung mendapatkan tempat,yakni sebagaimana tersebut diatas.
Kedua insan manusia tersebut memang berasal dari daerah berbeda. Fatimah dari Kendal,sementara Fauzan berasal dari Demak.
"Kakak,rasanya berat sekali melepas kepergianmu ini" ucap Fatimah serasa mau menitikkan air mata.
"Iya dik,begitu juga denganku. Rasanya aku tidak sanggup kalau harus jauh darimu,namun semua ini adalah amanat yang harus aku jalankan" kata Fauzan.
"Tapi kak,kalau saja tempat tugas itu bisa ditukar dengan daerah di dekat-dekat sini" ucap Fatimah yang rasanya ingin memeluk lelaki di dekatnya.
"Iya dik,kalau saja aku bisa memilihnya saat ini. Namun hal itu tidak mungkin,karena ini sudah menjadi keputusan dari Yayasan.
Kita bersabar saja,semoga kita bisa melalui hal berat ini dengan rasa ikhlas penuh harap akan ridho-NYA" kata Fauzan dengan bijak.
"Perhatian kepada para penumpang KM.BINAIYA tujuan Pelabuhan Trisakti-Sampit-Kalimantan Tengah,sebentar lagi Kapal akan diberangkatkan" suara dari pihak Pelabuhan Tanjung Emas,Semarang.
"Dengar itu dik,kapal akan segera berangkat. Aku harus segera masuk ke dalam kapal agar tidak ketinggalan" kata Fauzan.
"Tapi kak" ucap Fatimah.
"Aku mengerti dik. Aku kesana dulu ya,nanti bisa kita lanjutkan kalau aku sudah sampai. Assalamu'alaikum" kata Fauzan dengan menatap Fatimah lekat-lekat,lalu dengan bergegas lelaki bernama Fauzan itu melangkah meninggalkan Fatimah yang berdiri ditempatnya.
"Wa'alaikum musaalam" ucap Fatimah dan mengusap air mata yang sudah menetes.
Fatimah terus memandangi langkah Fauzan hingga lelaki tersebut hilang dibalik pintu room.
Fatimah kemudian duduk kembali disebuah kursi,kedua matanya tampak sembab karena tadi tergenang air mata.
"Bagaimana mbak,apa kita langsung pulang sekarang?" tanya Muslimin (adiknya Fatimah) kepada kakaknya tersebut.
"Tunggu sebentar dik,tunggu sampai kapalnya berlayar.
Tolong kamu belikan air minum dik,yang ini sudah habis" ucap Fatimah kepada sang adik.
Fatimah lantas memeriksa tas bawaannya,diamati sebuah buku yang sebelumnya diberikan oleh Fauzan. Dia tersenyum,dia buka halaman buku tersebut dan membacanya.
"Ini kak airnya" kata Muslimin kepada kakaknya. Dia pun ikut membaca buku yang berada ditangan Fatimah.
"Terima kasih dik. Kita pulang yuk,itu kapalnya sudah jalan kok" ucap Fatimah. Adik kakak itu kemudian beranjak meninggalkan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.
Waktu terus berjalan,beberapa hari kemudian Fauzan menelfon Fatimah.
"Assalamu'alaikum. Bagaimana kabarmu dan keluarga dik?" suara Fauzan dari ujung mikropon hp.
"Wa'alaikum musaalam. Alhamdulillah,kabarku dan keluarga baik kak.
Bagaimana dengan kakak sendiri?" ucap Fatimah.
"Syukurlah. Aku juga baik-baik saja dik.
Oh iya,bagaimana dengan buku yang kemarin itu,isinya bagus tidak?" kata Fauzan.
"Bagus sekali kak,isinya menceritakan sebuah ketegaran seorang wanita yang lagi ditinggal bertugas oleh suaminya" ucap Fatimah.
"Iya dik,dan maksudku supaya kamu bisa mengambil hikmah dengan dirimu membaca cerita dalam buku tersebut" kata Fauzan.
"Iya kak.
Bagaimana dengan daerah disana kak?" ucap Fatimah.
"Alhamdulillah,daerah disini juga sudah makmur,ramai,penduduk sekitar juga ramah.
Maaf dik,ini ada telefon dari atasan. Aku tutup dulu ya,assalamu'alaikum" kata Fauzan yang kemudian menutup percakapannya dengan Fatimah.
"Wa'alaikum musaalam.
Kakak,semoga kamu akan baik-baik saja disana.
Kakak,disini aku akan selalu menanti kepulanganmu.
Ya Allah Azza Wa Jalla,tabahkanlah kami dalam menjalani semua ini.
Persatukanlah kami dalam Cinta Kasih-MU Ya Allah.
Kakak,kamulah lelaki yang sangat aku cintai,aku sayangi. Semoga nanti,kamulah yang akan menjadi suamiku,menjadi imam dalam keluarga yang kita bina" Fatimah kemudian menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursi di rumahnya. Cintanya terus berdzikir melantunkan kalimah nan indah.
Kini mereka hanya bisa berhubungan lewat sambungan internasional dikala rindu menghinggapi keduanya ataupun sebatas berkirim kabar dengan dibumbui basa-basi gurauan.
Seiring berjalannya sang waktu,pada akhirnya mereka benar-benar dipersatukan dalam pernikahan setelah Fauzan hanya 5 tahun di tugaskan di Sampit-Kalimantan Tengah,setelah itu mereka menikah.
Kini mereka menjadi keluarga yang harmonis dengan kehadiran putra putri ditengah-tengah mereka.
Disebuah rumah sederhana di daerah Kendal,kini mereka tinggal.
Senyum kebahagiaan selalu terpancar di wajah mereka karena cintanya yang senantiasa berdzikir.
Penulis Cerita: мαdυмσє
http://zackymadumoe.mywapblog.com/cerpen-cintaku-berdzikir.xhtml
BalasHapusJudul ceritanya unik hehehe... Cintaku berdzikir
BalasHapuswah jago buat cerpen nih, semangat gan
BalasHapusSangat menyenangkan skali gan mendengar apa yg km tulis :D
BalasHapuskunjungan perdana master
BalasHapuswow super ente hebat bener buat cerpennya
BalasHapusCinta dari seorang pria dan wanita jika dgn ta'aruf pasti akan membuahkan hasil yang baik pula seperti yang dialami sama si Fatimah dan Fauzan tuh Gan.. :D
BalasHapusTema yg umum sebenarnya, judulnya yg membuat penasaran :D
BalasHapusmungkin dari judulnya udah pernah denger saya. Tp maaf sya kagak baca soalnya wakt sya terbatas, hehe :D hanya sekedar meramaikan dan Bersilaturahmi saja kawan! :mrgreen:
BalasHapuswah sangat menarik buat di baca ni cerpen ny bro
BalasHapuswaow, ini sangat luar biasa.
BalasHapusAnda sangat berbakat ternyata, semoga kedepan lebih panjang dan berfokus.
Cintaku Berdzikir.
Pengen nulis cerpen juga jadinya...
BalasHapushadir gan ,,kunjungan malam,, posnya keren
BalasHapuswah sedih tenan mas aku le moco..
BalasHapuspengen melu nangis..
tak tunggu cerita selanjutnya mas.. wapik tulisane sampean mas..
apalagi iki nuansa islami, cakep tenan mas..
Tapi nek iso, dialog fauzan ojo ngono kui mas, carane dialog fauzan kurang greget mas..
tapi selebihnya apik mas