Negara Indonesia memang kaya akan sumber daya alam. Hingga para penjajah jaman dulu sangat betah berada di negara tercinta ini.
Bukan hanya kekayaan laut saja yang Indonesia miliki, tapi hampir semua yang ada di negara lain juga Indonesia miliki. Sebagai contoh saja adalah keajaiban Dunia.
Kalau China mempunyai tembok raksasa sebagai keajaiban Dunia. Maka Indonesia mempunyai Candi Borobudur yang sangat masyur terkenal di seantero jagad raya.
Mengenai kekayaan alam yang tersimpan di dalam bumi, Indonesia juga tidak kalah dengan negara lain. Minyak mentah? Indonesia juga punya.
Timah? Indonesia juga penghasil timah bermutu tinggi.
Pasir yang mengandung besi kelas tinggi? Wow.. Jangan ditanya lagi man...!!!
Di beberapa daerah yang menghampar di Indonesia ada banyak pasir yang mengandung bahan besi kelas tinggi, salah satu contohnya yang ada di Lumajang, Jawa Timur.
Pasir dengan kandungan besi kelas 24, 30 juga ada di daerah Lumajang tersebut. Sampai-sampai banyak investor yang berebut ingin mendapatkan proyek penambangan pasir di daerah situ.
Memang sih sudah ada sebuah PT yang pernah beroperasi di daerah itu untuk penambangan pasir. Namun kabarnya PT tersebut sudah selesai kontrak proyeknya dan tidak menyambung lagi. Dengan begitu, PT tersebut sudah tidak menjalankan kegiatannya dalam penambangan pasir di situ. Nah, ternyata kondisi itu telah dimanfaatkan oleh beberapa oknum untuk mengeruk keuntungan dengan penambangan pasir ilegal atau tidak resmi.
Ternyata, penambangan ilegal tersebut memang tidak sesuai prosedur alias membabibuta seenak udelnya, dan pada akhirnya masyarakat yang punya lahan lah yang menjadi korban dan menderita.
Anda pasti sudah tahu dengan kematian Salim Kancil bukan? Itu lho.. seorang petani dan pejuang yang memperjuangkan rakyat dari perusakan lahan atas penambangan pasir liar tersebut. Sawah-sawah (termasuk sawah milik Salim Kancil) rusak dan sulit di tanami padi dan yang lainnya karena air laut merembes ke area sawah akibat penambangan liar. Dan pada puncaknya ya.. para petani gagal panen begitu.
Belakangan diketahui bahwa ada beberapa orang kuat yang membekengi penambangan pasir liar itu. Sehingga banyak warga yang merasa takut pada orang-orang yang bermain di dalam proyek penambangan liar tersebut.
Salim Kancil telah menjadi korban dari keberingasan orang-orang di pihak penambangan liar. Ia meninggal setelah sebelumnya dikeroyok membabibuta. Bukan hanya itu, Salim Kancil juga di setrum menggunakan arus listrik, sangat sadis dan kejam bukan? hingga nyawa melayang.
Bukan hanya Salim Kancil saja yang menjadi korban pengeroyokan oleh 'preman' penambang pasir. Pria bernama Tosan pun di hajar oleh puluhan orang hingga babak belur. Untungnya pria tersebut bisa selamat karena berhasil kabur dari para begundal tidak punya perikemanusiaan tersebut.
Benar saja. Pasca meninggalnya Salim Kancil kemudian diketahui beberapa deret nama yang ikut bermain dalam penambangan pasir ilegal.
Menurut informasinya, kepala desa setempat yang bernama Hariyono kemudian dijadikan tersangka, meski belum ditetapkan sih. Sementara itu diberitakan, ada tiga anggota Kepolisian Sektor Pasirian, Lumajang, Jawa Timur, tengah diperiksa intensif oleh Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Jati dan Mabes Polri sehubungan dugaan menerima uang dari penambangan pasir ilegal di daerah itu.
Memang sangat miris, penambangan pasir ilegal kok tidak dihentikan, sementara mereka kan tahu bahwa ada kegiatan penambangan pasir liar di daerah hukum mereka.
Apakah premanisme akan terus berlangsung di negara yang penduduknya terkenal ramah tamah dan suka menolong ini? Semua kembali pada diri kita masing-masing bagaimana kita sebisa mungkin membuang sifat tamak, rakus, dan mata duniawi.
Jangan sampai alam Indonesia rusak oleh ketamakan. Jangan sampai kekayaan alam Indonesia menjadi rebutan saudara sendiri dan menimbulkan pembunuhan juga perpecahan.
Dengarkanlah keluh kesah rakyat kecil, agar mereka dapat tersenyum di alam Indonesia tercinta ini seperti halnya kalian.
http://zackymadumoe.mywapblog.com/tamak-rakus-nyawa.xhtml
BalasHapusSifat tamak, rakus memang akan menyengsarakan orang lain jika yang bersangkutan sangat berlebihan dalam memelihara dan menggunakan sifat itu.
BalasHapusSalim Kancil salah satu contoh korban dari ketamakan, kerakusan, kearogan mereka yang merasa masih kurang kaya oleh jabatannya sebagai aparat negara atau apapun. Saya yakin, mereka yang terlibat dalam kasus tersebut pasti ingin lepas tangan tangan dan mencoba untuk mengaburkan kasus tersebut karena mereka kan pandai dan tahu hukum. Jadi memang pantas kalau mereka berupaya mengelak dan mungkin menuduhkan pada orang lain.
Lurah yang bernama Hariyono, bisa jadi ia tertuduh karena dirinya kan selaku kepala desa yang pasti tahu banyak dengan penambangan pasir liar tersebut.
Saya juga heran, kenapa Lurah Hariyono malah diam dan membiarkan saat Salim Kancil dikeroyok oleh orang-orang bengis itu? Yah, mungkin memang ada main antara mereka.
Memang bukan rahasia lagi sebenarnya kalau banyak pejabat negara dan penegak hukum yang membekengi proyek-proyek di negara ini, seperti halnya proyek penambangan pasir tersebut.
Begitulah, orang besar suka bertindak sewenang-wenang dan ingin menangnya sendiri tanpa mau peduli dengan rakyat/warga kecil, dan pada akhirnya timbul pemberontakan dan terenggutnya nyawa.
Ngeri juga itu apa yang di alami oleh Salim Kancil dan Tosan. Padahal mereka kan ingin memperjuangkan nasibnya yang mana sawah mereka telah rusak akibat penambangan pasir liar itu.
BalasHapusMereka (para komplotan penambang pasir ilegal) memang kejam ya? hanya karena di demo saja sudah melakukan pembunuhan keji. Yah.. mungkin mereka takut kalau kehilangan tumpukan uang yang dihasilkan oleh penambangan pasir itu.
Memang, ada banyak orang tamak, rakus, yang kemudian melakukan apa saja demi mendapatkan keuntungan berlimpah dan tega membuat nyawa orang lain melayang.
Kasihan banget orang-orang yang mencari duniawi. Ia tidak akan peduli pada penderitaan rakyat kecil karena mereka telah menutup mata dan telinga, sehingga mata hati mereka pun tertutup dan nurani tidak lagi berfungsi yang mana tidak bisa melihat dan merasakan apa yang rakyat kecil rasakan.
Semoga saja kejadian tersebut tidak terulang lagi di daerah itu dan daerah-daerah lain di Indonesia, karena sangat merugikan dan menyakitkan.
Saya sendiri tidak dapat membayangkan, apa yang bisa oknum-oknum itu perbuat jika mereka berdiri sebagai Salim Kancil, Tosan, dan warga lain yang dirugikan. Pasti mereka juga akan berbuat hal sama, yakni tidak rela lahan persawahan yang rusak dan tidak bisa ditanami, dan mereka juga pasti akan menuntut. Dan apakah mereka tidak akan marah dengan kerugian yang telah di alaminya? Saya rasa mereka juga tidak akan bisa menerima akan hal seperti itu bukan?
Memang tidak usah disangkal lagi bahwa di negara kita ini sering di dapati kalau pejabat negara dan penegak hukum suka membekengi hal seperti itu. Gaji yang sedikit bukanlah sebuah alasan mereka melakukan pembekingan pada proyek-proyek ilegal. Tapi karena mereka kurang pandai bersyukur dan terpesona oleh duniawi sehingga timbul rasa kurang yang berbuntut pada ketamakan, kerakusan, dan mau menangnya sendiri.
Orang indonesia banyak yg memiliki sifat rakus, hanya sekedar untuk mencari kekayaan semata
BalasHapusTamak dan Rakus adalah sifat setan, dan bila itu sudah melekat pada manusia, maka Nyawa takkan ada artinya.
BalasHapusYa tamak dan rakus itu adalah sifat yang pasti ada di dalam diri manusia. Tapi tergantung bagaimana manusia itu sendiri dalam memeranginya
BalasHapussemoga dalang dibalik semua itu segera dihukum dgn seadil adilnya
BalasHapusMemang gila, orang mau menuntut keadilan saja disiksa sampai mati Sekarang ini manusia lebih suka mementingkan kepentingan pribadi. Tidak peduli apa yang terjadi pada orang lain. Salim Kancil adalah salah satu dari kesekian banyak korban ketamakan dan kerakusan manusia egois dan bodoh.
BalasHapus@Meme Lol Indonesia,
BalasHapusItu lah gan. Seringnya ketamakan, kerakusan, berbuah pada tindakan semena-mena demi kepentingan pribadi dan mengorbankan orang lain.
@Flambon,
BalasHapusSemoga saja ya gan.. Namun kemungkinan akan adanya pengaburan si pelaku-pelaku karena kepintaran mereka di balik jabatan. Itu bisa saja terjadi lho.. mengingat kasus tersebut kan sudah memakan korban nyawa.
@иgaL11,
BalasHapusIya gan. Kebanyakan yang melakukan hal itu karena terlalu membesarkan sifat tamak dan rakusnya. Hingga mati hati jadi gelap dan tidak memperdulikan kepentingan juga penderitaan orang lain.
@AESEN,
BalasHapusIya gan. Sifat tamak dan rakus kalau di biarkan menguasai diri, maka hati akan keropos dan diliputi oleh kegelapan dan pada akhirnya juga tega berbuat kekejaman.
@aris riswanto,
BalasHapusMungkin hal itu karena akibat pendidikan yang di wariskan oleh pendahulunya, kan bisa juga itu gan..
@LOTRE MP3,
BalasHapusIya itu gan, sangat ngeri dan pasti membuat orang keder jika menyaksikan penyiksaan seperti itu.
Orang yang sudah gelap hati memang suka bertindak kejam di luar batas.
@PIRING LAGU,
BalasHapusMungkin karena mereka pada merasa kurang harta dari yang sudah di milikinya dan takut pemasukan yang cukup menggiurkan itu hilang darinya. Makanya mereka tega melakukant apa saja pada orang yang di anggapnya mengancam.